dReamLike Queen

Kamis, 03 November 2011

Dilema

Ada beberapa tanggal di setiap bulan membuat saya sensi. Tanggal tersebut selalu sama sekitar 30,31, 1 sampai 10. Ini bukan tanggal haid loh tapi sensinya lebih berat dari pada haid. Ke'sensi'an ini kadang mengajak saya pergi dan berlari dari sini meninggalkan semua bahkan bisa mempertanyakan jati diri saya sendiri.

Ini dilema (bukan cherrybelle loh ^o^.....)
Ini soal pekerjaan, ini soal mengumpulkan ilmu, ini soal menghasilkan uang untuk hidup saya kelak. Namun semakin kesini semakin saya tidak yakin terhadap yang saya jalani ini.

Saya tahu sifat saya bertolak belakang dengan pekerjaan ini tapi beberapa keahlian saya ada di bidang ini dan saya juga menyukainya terutama angka dalam penyusunan laporan dan penganalisaannya. Kedengarannya menakutkan bagi sebagian orang untuk mencintai pekerjaan dbalik layar, duduk ber jam-jam di depan komputer mereka,menghitung dan menganalisa angka-angka yang jumlahnya ratusan, ribuan, jutaan bahkan milyaran. Tapi banyak juga yang menyukai pekerjaan tersebut dan saya berada ditengah-tengahnya serta berat kedua-duanya.
Dalam hal pekerjaan saya bisa menilai diri saya excellent,,,hmm ini bukan berarti saya sombong tetapi bila diri kita tidak bisa menghargai apa yang kita telah lakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak menghargainya, apalah yang akan dilakukan orang bila kita saja tidak percaya terhadap diri sendiri. Tugas dalam pekerjaan saya, saya seleseikan dengan sebaik-baiknya dalam waktu yang relatif cepat. saya tidak merasa keberatan terhadap pekerjaan saya, namun tuntutan yang katanya menjadi tanggung jawab saya.

Operational cabang sehari-hari bukan masalah bagi saya. Saya menguasai dalam waktu yang singkat dari jalur program Management Trainee (MT) ini dan saya menyukai pekerjaan ini dengan programnya yang cepat dan membuat saya tidak bosan karena stuck di satu pekerjaan saja, karena saya bisa lompat dari pekerjaan ini ke pekerjaan lain lewat program MT ini. Walau ada yang saya tidak suka selama di cabang ini dan saya baru menyadarinya ketika saya terjun kecabang, terlanjur, terlanjur basah,, hihihi. Jam kerja saya memang agak lebih siang masuknya dibandingkan jam kerja beberapa orang yaitu pukul 08.30 WIB dan pulang pukul 16.30. dan ini berlaku senin-jumat dan sabtu pun masuk 08.30-15.00, tapi ini jam normalnya tetapi kehidupan saya di cabang tidak normal. Pulang Tango di kantor ini sangat jaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali terjadi bahkan ditanggal ke'sensi'an saya yg saya utarakan diatas khususnya akhir bulan sampai tanggal 7 jangan berharap bisa pulang pukul 21.00, paling cepat jam 23.00 bahkan bisa sampai jam 1 pagi kurang,,, oh betapa hidup saya tidak normal #tepok jidat.  dan tanggal menuju 10 saya minimal masih bisa pulang d atas jam 20.00 WIB.

Saya bukan wanita yang sensitif namun aktivitas pekerjaan saya membuat saya sangat sensi dan rasanya ingin pergi saja. Tetapi semua ada konsekuensinya. Seperti pekerjaan saya yang mengharuskan saya pulang tengah malam dengan lemburan yang tidak ada sama sekali yang diganti  dengan tunjangan yang almadulillah hanya beberapa ratus ribu. Pulang tengah malam tanpa kendaraan pribadi atau bahkan voucher taxi yang seperti perusahaan lain berikan kepada karyawan yang over time apa lagi sampai tengah malam, melainkan dengan ojek dengan uang saya sendiri, yang kadang suka ugal-ugalan melewati lampu lalu lintas. Setelah sampai didepan rumah, saya mengendap-endap membuka pagar rumah ketika tetangga lain sedang tertidur lelap walau kadang ada yang terbangun dan menyaksikan saya pulang tengah malam dan didalam hati saya apalah yang akan difikirkan mereka melihat anak gadis pulang pukul sekian. Ditambah ketika memasuki rumah, mama saya terbangun dan mengkomplain pekerjaan saya dan kadang berbicara dengan nada marah kepada saya, dan saya selalu berusaha memberikan pengertian dan penjelasan kepadanya.

Hal itu saya lewati dalam kurun waktu beberapa bulan ini dan ketika sensitif ini memuncak membuat saya agak muak dan saya harus menurunkan titik didih itu ke suhu beku lagi,,,hhhhhhhhhhh. Mudah-mudahan selanjutnya tidak begini.

Dalam sensi saya berdoa... " Tuhan tolong beri saya pekerjaan normal seperti orang kebanyakan, dengan gaji yang cukup menggiurkan (ngarep) "
posted by Unknown at 21.35

0 Comments:

Posting Komentar

<< Home