dReamLike Queen
Jumat, 04 Mei 2012
hoho kalau blog ini manusia, pasti dia ga mau bertemu saya lagi karena saya termaksud manusia sombong yang jarang menjenguk blog buatan sendiri..... maaf ya blog. Aku sibuuuuuukkk >,< Tapi tenang blog saya lagi ga ada kerjaan hari ini (dalam artian sebenernya)
Huuuffhh... pagi-pagi gini awal bulan sungguh jobless di head office sungguh bertolak belakang dengan keadaan orang orang di cabang-cabang Nissan. Pagi-Pagi saja sudah kayak PNS, baca koran (tapi bukan koran kertas besar melainkan koran dikomputer,,hehehe maklum Generasi Y) Ngobrol-ngobrol sama temen kerja lewar YM & BBM ^.^
Setelah bahan obrolan n bahan bacaan lama-lama menunjukan stocknya yang semakin berkurang mulailah iseng-iseng ngobrol sama 'Om Google' yang serba tahu *kiss tanya ini dan itu, sampai tanya om google tau tentang saya gaaa?,,,hihi eh dia menampilkan tulisan saya jaman dulu kala di saat otak saya masih bisa berfikir untung merangkai kata dalam sebuah tulisan berbentuk artikel. mau narsis tampilin di blog ini ah, yang lain jangan iri,,,hihihi. Maacih om Google Anyway...
Sabtu, 11 April 2009
Menanti Penyederhanaan Partai
HASIL pemilu sudah mulai tergambarkan dengan berbagai rilis quick count oleh berbagai lembaga survei. Partai D e m o k r a t menjadi pemenang dan sekarang sedang “duduk” menikmati kemenangannya sambil menunggu beberapa pimpinan partai politik lain yang ingin sowan untuk menunjukkan setakziman.
Mereka semua merapat untuk menghadapi pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar Juli nanti.Pendekatan itu hal yang wajar bagi setiap pemenang, ketika yang kalah berusaha realistis dan ingin dekat-dekat agar tetap “kebagian jatah”. Namun, arah koalisi yang mungkin akan terjadi membuat kita bertanya- tanya. Selama ini pola koalisi partai di Indonesia selalu menambah kerut di dahi demi mempertanyakan keanehannya.Partai-partai saling berkoalisi lintas platform.
Beberapa partai dengan platform agama dapat berkoalisi dengan partai lain yang berbeda dasar agamanya. Partai dengan platform Pancasila dapat bersanding dengan partai sosialis.Pola koalisi antardaerah pun berbeda-beda. Jika di satu pilkada partai dapat berkoalisi, di daerah lainnya partai-partai tersebut dapat saling berjibaku.Tampaknya,hal ini yang akan kembali terjadi. Satu yang kita harapkan dari hasil pemilu ini adalah terjadi penyederhanaan partai.
Satu langkah yang sudah cukup baik adalah menaikkan electoral threshold serta parliamentary threshold. Selanjutnya, kita tunggu political will dari para politisi. Selama ini partai kita terlalu banyak dan merepotkan dalam pengambilan keputusan serta membingungkan masyarakat. Apalagi tingkat pengetahuan politik umumnya bangsa ini masih rendah.Parahnya lagi,mereka nyaris tak ada bedanya.
Mereka bak remaja generasi pop style yang mengatakan diri mereka berbeda dengan mainstream,padahal pada dasarnya seragam. Mereka umumnya hanya ada dalam beberapa platform yang sering kali tumpang tindih satu sama lain. Berbagai paham dan aliran yang ditawarkan partai-partai politik tersebut akhirnya membuat rakyat kebingungan. Hasilnya mudah ditebak, sudah menjadi pakem bahwa di tengah keraguan, masyarakat akan cenderung memilih partai politik yang sudah familier seperti yang tampak pada hasil pemilu kali ini.
Banyaknya partai politik akhirnya jadi kontraproduktif dari tujuan awal para pendiri partai tersebut yang umumnya mulia,yaitu memberikan perubahan bagi Indonesia. Belum ada yang mengabdikan diri sepenuhnya pada kepentingan masyarakat. Koalisi yang tercipta pun sangat cair. Jika kita coba merujuk pada kebiasaan berdemokrasi di luar negeri, kita akan temukan berbagai macam fusi maupun koalisi dilakukan partai.Partai-partai yang memiliki kesamaan platform akan melakukan aliansi dalam satu barisan sehingga menciptakan suatu kekuatan politik yang signifikan.
Koalisi pun tidak dilakukan dengan asalasalan. Ada pertimbangan ideologi di sana.Para pemilih dan kader parpol pun selalu mengawasi agar tak terjadi koalisi yang liar seperti yang terjadi di Indonesia. Semoga dalam Pemilu 2009 ini penyederhanaan jumlah partai politik ini dapat terealisasi.Semoga para elite partai politik sadar bahwa mendirikan partai-partai politik kecil yang sama sekali tidak ideologis hanya membuang tenaga.
Jangan sampai suaradarirakyatterbuangsecarapercuma karena tersebar dalam berbagai partai kecil yang tak mampu merengkuh kursi di DPR.Kalaupun meraih kursi, itu hanya dalam jumlah kecil sehingga tak mampu membuat perubahan yang signifikan dalam konfigurasi politik di DPR dan Indonesia secara umum.
(*) Ratu Hasanah Semarini Mahasiswi Akuntansi UNJ
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/228546/
Huuuffhh... pagi-pagi gini awal bulan sungguh jobless di head office sungguh bertolak belakang dengan keadaan orang orang di cabang-cabang Nissan. Pagi-Pagi saja sudah kayak PNS, baca koran (tapi bukan koran kertas besar melainkan koran dikomputer,,hehehe maklum Generasi Y) Ngobrol-ngobrol sama temen kerja lewar YM & BBM ^.^
Setelah bahan obrolan n bahan bacaan lama-lama menunjukan stocknya yang semakin berkurang mulailah iseng-iseng ngobrol sama 'Om Google' yang serba tahu *kiss tanya ini dan itu, sampai tanya om google tau tentang saya gaaa?,,,hihi eh dia menampilkan tulisan saya jaman dulu kala di saat otak saya masih bisa berfikir untung merangkai kata dalam sebuah tulisan berbentuk artikel. mau narsis tampilin di blog ini ah, yang lain jangan iri,,,hihihi. Maacih om Google Anyway...
Sabtu, 11 April 2009
Menanti Penyederhanaan Partai
HASIL pemilu sudah mulai tergambarkan dengan berbagai rilis quick count oleh berbagai lembaga survei. Partai D e m o k r a t menjadi pemenang dan sekarang sedang “duduk” menikmati kemenangannya sambil menunggu beberapa pimpinan partai politik lain yang ingin sowan untuk menunjukkan setakziman.
Mereka semua merapat untuk menghadapi pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar Juli nanti.Pendekatan itu hal yang wajar bagi setiap pemenang, ketika yang kalah berusaha realistis dan ingin dekat-dekat agar tetap “kebagian jatah”. Namun, arah koalisi yang mungkin akan terjadi membuat kita bertanya- tanya. Selama ini pola koalisi partai di Indonesia selalu menambah kerut di dahi demi mempertanyakan keanehannya.Partai-partai saling berkoalisi lintas platform.
Beberapa partai dengan platform agama dapat berkoalisi dengan partai lain yang berbeda dasar agamanya. Partai dengan platform Pancasila dapat bersanding dengan partai sosialis.Pola koalisi antardaerah pun berbeda-beda. Jika di satu pilkada partai dapat berkoalisi, di daerah lainnya partai-partai tersebut dapat saling berjibaku.Tampaknya,hal ini yang akan kembali terjadi. Satu yang kita harapkan dari hasil pemilu ini adalah terjadi penyederhanaan partai.
Satu langkah yang sudah cukup baik adalah menaikkan electoral threshold serta parliamentary threshold. Selanjutnya, kita tunggu political will dari para politisi. Selama ini partai kita terlalu banyak dan merepotkan dalam pengambilan keputusan serta membingungkan masyarakat. Apalagi tingkat pengetahuan politik umumnya bangsa ini masih rendah.Parahnya lagi,mereka nyaris tak ada bedanya.
Mereka bak remaja generasi pop style yang mengatakan diri mereka berbeda dengan mainstream,padahal pada dasarnya seragam. Mereka umumnya hanya ada dalam beberapa platform yang sering kali tumpang tindih satu sama lain. Berbagai paham dan aliran yang ditawarkan partai-partai politik tersebut akhirnya membuat rakyat kebingungan. Hasilnya mudah ditebak, sudah menjadi pakem bahwa di tengah keraguan, masyarakat akan cenderung memilih partai politik yang sudah familier seperti yang tampak pada hasil pemilu kali ini.
Banyaknya partai politik akhirnya jadi kontraproduktif dari tujuan awal para pendiri partai tersebut yang umumnya mulia,yaitu memberikan perubahan bagi Indonesia. Belum ada yang mengabdikan diri sepenuhnya pada kepentingan masyarakat. Koalisi yang tercipta pun sangat cair. Jika kita coba merujuk pada kebiasaan berdemokrasi di luar negeri, kita akan temukan berbagai macam fusi maupun koalisi dilakukan partai.Partai-partai yang memiliki kesamaan platform akan melakukan aliansi dalam satu barisan sehingga menciptakan suatu kekuatan politik yang signifikan.
Koalisi pun tidak dilakukan dengan asalasalan. Ada pertimbangan ideologi di sana.Para pemilih dan kader parpol pun selalu mengawasi agar tak terjadi koalisi yang liar seperti yang terjadi di Indonesia. Semoga dalam Pemilu 2009 ini penyederhanaan jumlah partai politik ini dapat terealisasi.Semoga para elite partai politik sadar bahwa mendirikan partai-partai politik kecil yang sama sekali tidak ideologis hanya membuang tenaga.
Jangan sampai suaradarirakyatterbuangsecarapercuma karena tersebar dalam berbagai partai kecil yang tak mampu merengkuh kursi di DPR.Kalaupun meraih kursi, itu hanya dalam jumlah kecil sehingga tak mampu membuat perubahan yang signifikan dalam konfigurasi politik di DPR dan Indonesia secara umum.
(*) Ratu Hasanah Semarini Mahasiswi Akuntansi UNJ
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/228546/
Kamis, 03 November 2011
Dilema
Ada beberapa tanggal di setiap bulan membuat saya sensi. Tanggal tersebut selalu sama sekitar 30,31, 1 sampai 10. Ini bukan tanggal haid loh tapi sensinya lebih berat dari pada haid. Ke'sensi'an ini kadang mengajak saya pergi dan berlari dari sini meninggalkan semua bahkan bisa mempertanyakan jati diri saya sendiri.
Ini dilema (bukan cherrybelle loh ^o^.....)
Ini soal pekerjaan, ini soal mengumpulkan ilmu, ini soal menghasilkan uang untuk hidup saya kelak. Namun semakin kesini semakin saya tidak yakin terhadap yang saya jalani ini.
Saya tahu sifat saya bertolak belakang dengan pekerjaan ini tapi beberapa keahlian saya ada di bidang ini dan saya juga menyukainya terutama angka dalam penyusunan laporan dan penganalisaannya. Kedengarannya menakutkan bagi sebagian orang untuk mencintai pekerjaan dbalik layar, duduk ber jam-jam di depan komputer mereka,menghitung dan menganalisa angka-angka yang jumlahnya ratusan, ribuan, jutaan bahkan milyaran. Tapi banyak juga yang menyukai pekerjaan tersebut dan saya berada ditengah-tengahnya serta berat kedua-duanya.
Dalam hal pekerjaan saya bisa menilai diri saya excellent,,,hmm ini bukan berarti saya sombong tetapi bila diri kita tidak bisa menghargai apa yang kita telah lakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak menghargainya, apalah yang akan dilakukan orang bila kita saja tidak percaya terhadap diri sendiri. Tugas dalam pekerjaan saya, saya seleseikan dengan sebaik-baiknya dalam waktu yang relatif cepat. saya tidak merasa keberatan terhadap pekerjaan saya, namun tuntutan yang katanya menjadi tanggung jawab saya.
Operational cabang sehari-hari bukan masalah bagi saya. Saya menguasai dalam waktu yang singkat dari jalur program Management Trainee (MT) ini dan saya menyukai pekerjaan ini dengan programnya yang cepat dan membuat saya tidak bosan karena stuck di satu pekerjaan saja, karena saya bisa lompat dari pekerjaan ini ke pekerjaan lain lewat program MT ini. Walau ada yang saya tidak suka selama di cabang ini dan saya baru menyadarinya ketika saya terjun kecabang, terlanjur, terlanjur basah,, hihihi. Jam kerja saya memang agak lebih siang masuknya dibandingkan jam kerja beberapa orang yaitu pukul 08.30 WIB dan pulang pukul 16.30. dan ini berlaku senin-jumat dan sabtu pun masuk 08.30-15.00, tapi ini jam normalnya tetapi kehidupan saya di cabang tidak normal. Pulang Tango di kantor ini sangat jaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali terjadi bahkan ditanggal ke'sensi'an saya yg saya utarakan diatas khususnya akhir bulan sampai tanggal 7 jangan berharap bisa pulang pukul 21.00, paling cepat jam 23.00 bahkan bisa sampai jam 1 pagi kurang,,, oh betapa hidup saya tidak normal #tepok jidat. dan tanggal menuju 10 saya minimal masih bisa pulang d atas jam 20.00 WIB.
Saya bukan wanita yang sensitif namun aktivitas pekerjaan saya membuat saya sangat sensi dan rasanya ingin pergi saja. Tetapi semua ada konsekuensinya. Seperti pekerjaan saya yang mengharuskan saya pulang tengah malam dengan lemburan yang tidak ada sama sekali yang diganti dengan tunjangan yang almadulillah hanya beberapa ratus ribu. Pulang tengah malam tanpa kendaraan pribadi atau bahkan voucher taxi yang seperti perusahaan lain berikan kepada karyawan yang over time apa lagi sampai tengah malam, melainkan dengan ojek dengan uang saya sendiri, yang kadang suka ugal-ugalan melewati lampu lalu lintas. Setelah sampai didepan rumah, saya mengendap-endap membuka pagar rumah ketika tetangga lain sedang tertidur lelap walau kadang ada yang terbangun dan menyaksikan saya pulang tengah malam dan didalam hati saya apalah yang akan difikirkan mereka melihat anak gadis pulang pukul sekian. Ditambah ketika memasuki rumah, mama saya terbangun dan mengkomplain pekerjaan saya dan kadang berbicara dengan nada marah kepada saya, dan saya selalu berusaha memberikan pengertian dan penjelasan kepadanya.
Hal itu saya lewati dalam kurun waktu beberapa bulan ini dan ketika sensitif ini memuncak membuat saya agak muak dan saya harus menurunkan titik didih itu ke suhu beku lagi,,,hhhhhhhhhhh. Mudah-mudahan selanjutnya tidak begini.
Dalam sensi saya berdoa... " Tuhan tolong beri saya pekerjaan normal seperti orang kebanyakan, dengan gaji yang cukup menggiurkan (ngarep) "
Ini dilema (bukan cherrybelle loh ^o^.....)
Ini soal pekerjaan, ini soal mengumpulkan ilmu, ini soal menghasilkan uang untuk hidup saya kelak. Namun semakin kesini semakin saya tidak yakin terhadap yang saya jalani ini.
Saya tahu sifat saya bertolak belakang dengan pekerjaan ini tapi beberapa keahlian saya ada di bidang ini dan saya juga menyukainya terutama angka dalam penyusunan laporan dan penganalisaannya. Kedengarannya menakutkan bagi sebagian orang untuk mencintai pekerjaan dbalik layar, duduk ber jam-jam di depan komputer mereka,menghitung dan menganalisa angka-angka yang jumlahnya ratusan, ribuan, jutaan bahkan milyaran. Tapi banyak juga yang menyukai pekerjaan tersebut dan saya berada ditengah-tengahnya serta berat kedua-duanya.
Dalam hal pekerjaan saya bisa menilai diri saya excellent,,,hmm ini bukan berarti saya sombong tetapi bila diri kita tidak bisa menghargai apa yang kita telah lakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak menghargainya, apalah yang akan dilakukan orang bila kita saja tidak percaya terhadap diri sendiri. Tugas dalam pekerjaan saya, saya seleseikan dengan sebaik-baiknya dalam waktu yang relatif cepat. saya tidak merasa keberatan terhadap pekerjaan saya, namun tuntutan yang katanya menjadi tanggung jawab saya.
Operational cabang sehari-hari bukan masalah bagi saya. Saya menguasai dalam waktu yang singkat dari jalur program Management Trainee (MT) ini dan saya menyukai pekerjaan ini dengan programnya yang cepat dan membuat saya tidak bosan karena stuck di satu pekerjaan saja, karena saya bisa lompat dari pekerjaan ini ke pekerjaan lain lewat program MT ini. Walau ada yang saya tidak suka selama di cabang ini dan saya baru menyadarinya ketika saya terjun kecabang, terlanjur, terlanjur basah,, hihihi. Jam kerja saya memang agak lebih siang masuknya dibandingkan jam kerja beberapa orang yaitu pukul 08.30 WIB dan pulang pukul 16.30. dan ini berlaku senin-jumat dan sabtu pun masuk 08.30-15.00, tapi ini jam normalnya tetapi kehidupan saya di cabang tidak normal. Pulang Tango di kantor ini sangat jaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali terjadi bahkan ditanggal ke'sensi'an saya yg saya utarakan diatas khususnya akhir bulan sampai tanggal 7 jangan berharap bisa pulang pukul 21.00, paling cepat jam 23.00 bahkan bisa sampai jam 1 pagi kurang,,, oh betapa hidup saya tidak normal #tepok jidat. dan tanggal menuju 10 saya minimal masih bisa pulang d atas jam 20.00 WIB.
Saya bukan wanita yang sensitif namun aktivitas pekerjaan saya membuat saya sangat sensi dan rasanya ingin pergi saja. Tetapi semua ada konsekuensinya. Seperti pekerjaan saya yang mengharuskan saya pulang tengah malam dengan lemburan yang tidak ada sama sekali yang diganti dengan tunjangan yang almadulillah hanya beberapa ratus ribu. Pulang tengah malam tanpa kendaraan pribadi atau bahkan voucher taxi yang seperti perusahaan lain berikan kepada karyawan yang over time apa lagi sampai tengah malam, melainkan dengan ojek dengan uang saya sendiri, yang kadang suka ugal-ugalan melewati lampu lalu lintas. Setelah sampai didepan rumah, saya mengendap-endap membuka pagar rumah ketika tetangga lain sedang tertidur lelap walau kadang ada yang terbangun dan menyaksikan saya pulang tengah malam dan didalam hati saya apalah yang akan difikirkan mereka melihat anak gadis pulang pukul sekian. Ditambah ketika memasuki rumah, mama saya terbangun dan mengkomplain pekerjaan saya dan kadang berbicara dengan nada marah kepada saya, dan saya selalu berusaha memberikan pengertian dan penjelasan kepadanya.
Hal itu saya lewati dalam kurun waktu beberapa bulan ini dan ketika sensitif ini memuncak membuat saya agak muak dan saya harus menurunkan titik didih itu ke suhu beku lagi,,,hhhhhhhhhhh. Mudah-mudahan selanjutnya tidak begini.
Dalam sensi saya berdoa... " Tuhan tolong beri saya pekerjaan normal seperti orang kebanyakan, dengan gaji yang cukup menggiurkan (ngarep) "
Jumat, 07 Oktober 2011
Pergi atau tidak sama sekali
Cinta itu kejam.
Bisa membunuh diri kita sendiri.
Mengubah diri. Menghancurkan karakter.
Aku benci cinta.
Aku marah!
Cinta itu terus menghantuiku, memaksaku melihat ke arahnya.
Menggodaku untuk mencicipinya lagi.
Aku ingin menghindari cinta. Namun semakin ku menghindar semakin keras cinta itu mengusik ku.
Cukup.
Aku menyerah. Aku kalah. Kini aku jatuh kepada cinta.
Cinta... Kalau memang benar cinta. Jangan bunuh aku lagi. Biarkan aku merasakan seperti yang mereka katakan, indahnya cinta. bila tidak, aku mohon pergi sekarang juga!
Bisa membunuh diri kita sendiri.
Mengubah diri. Menghancurkan karakter.
Aku benci cinta.
Aku marah!
Cinta itu terus menghantuiku, memaksaku melihat ke arahnya.
Menggodaku untuk mencicipinya lagi.
Aku ingin menghindari cinta. Namun semakin ku menghindar semakin keras cinta itu mengusik ku.
Cukup.
Aku menyerah. Aku kalah. Kini aku jatuh kepada cinta.
Cinta... Kalau memang benar cinta. Jangan bunuh aku lagi. Biarkan aku merasakan seperti yang mereka katakan, indahnya cinta. bila tidak, aku mohon pergi sekarang juga!
Kamis, 11 Agustus 2011
i'm an accountant
Sudah lama sekali rasanya ga pernah utak atik disini. Akhir akhir ini aku terlalu sibuk untuk menghitung angka-angka, mencari sampai balance supaya berbagai macam laporan sesuai dan tepat pada waktunya, saking sibuknya di umur yang masih semuda ini (♒˙⌣˙♒) disaat gadis-gadis seusiaku berkencan, mengobrol dan saling menatapi pasangannya di malam minggu yang cerah. Saya hanya mampu berkencan dengan kekasih pujaan hatiqu my sweety bolo bolo (˘⌣˘) komputerQu tercinta (˘ﻬ˘) yang saling bekerja sama demi terciptanya pencatatan dan pelaporan yang tepat, akurat, tajam dan terpercaya hehehe.
Inilah aku sekarang. Kadang merasa bertolak belakang dengan kepribadian tetapi didalam hati inilah yang aku mau. Apa jangan jangan selama ini saya berkepribadian ganda?? Entahlah mari kita klasifikasikan.
Pertama aku sukaaaaaaaaaa BANGETT tampil didepan umum, makanya selama kuliah dulu bukannya job desc nya kuliah tapi MC sambil kuliah. Yah lumayan hobi yang menghasilkan uang :p sampai sampai takut bengong aku ambil kegiatan mahasiswa jadi penyiar radio kampus ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ the opposite is aku sukaaaaaaaa bangeet membaca. Entah itu koran. Majalah. Sampai novel novel karangan John Grisham aku suka semua. Saking sukanya bisa cukup 4 hari novel tebal english versionnya yang the chamber abis aku lahap.
Kedua. Aku suka mengajar dan berpresentasi didepan orang membuat mereka yakin dan mengerti itu keahlianku. Pandai membuat perasaan mereka tercampur aduk dengan aliran cerita. Dan membuat mereka yakin terhadap argumen-argumenku. Tetapi aku juga suka mengkonsep dibelakang layar dan menulis sebuah cerita. Entah puisi. Cerita pendek bahkan argumen_argumenku kadang aku mengirimkannya ke koran dan beruntung sekali mereka menerbitkan tulisanku seperti di suara mahasiswa koran Sindo.
Ketiga. Aku suka sekali pekerjaan yang ada didepan layar. Dulu waktu kuliah aku berfikir mungkin lebih baik aku menjadi journalist atau PR atau apapun yang berhadapan didepan banyak orang sehingga setelah lulus kuliah bukannya aku mendaftar di KAP big four atau paling tidak di perusahaan sebagai accounting staff alih alih aku bekerja di sebuah bank asing milik Australia "commonwealth bank" sebagai front line Customer Service kemudian berpindah lagi ke bank asing lainnya milik Malaysia diposisi yang sama. Dimana aku bisa berhubungan dengan banyak orang. Memberi tahu dan mengarahkan serta menolong mereka I really loves that jobs. Namun aku berfikir ditengah pekerjaanku yang mengasikkan. Hmmmm akan lebih pintar dan akan lebih menjanjikan bila aku meneruskan sesuai bidangku sewaktu kuliah dulu. Karena aku percaya orang yang bekerja dibalik angka dan rumus mempunyai kecerdasan di atas rata2 dibanding orang yang hanya bekerja mengandalkan mulut sifat mempengaruhi. Hehehe peace!! Itu pendapat saya saja ko. Jangan tersinggung. Don't take that's so serious ^o^
Akhirnya saya banting stir dari front line di bank bergengsi menjadi orang dibelakang meja. Tapi ego saya muncul, saya ga mau jadi staff saja. I want more! Saya akui saya mudah bosan pada hal yang monoton. Saya merasa bila saya bisa dan lancar saya ingin diberi beban lebih. Maka saya mengikuti tes lamaran kerja untuk posisi Management Trainee dimana dengan program ini para MT akan dididik dalam waktu yang singkat akan loncat langsung ke posisi yang minimal supervisor. Di bank posisi ini lebih dikenal dengan sebutan ODP atau MDP atau MADP,, semua sama saja.
Saya mengikuti beberapa tes semacam itu. Dan Alhamdulillah diterima semuanya. Saya sampai bingung mau pilih yang mana semua sama dan saya belum tahu juga bagaimana iklim kerja di masing perusahaan-perusahaan tersebut. Akhirnya saya putuskan bergabung di bisnis otomotif. Sebenernya saya masih berharap menunggu pengumuman yang saya kira saya tidak lolos karena begitu lama nya menunggu dan mama saya mendesak saya untuk mengambil pekerjaan yang sudah didepan mata. Yang disayangkan sekali. 4 hari saya training ditempat baru. Saya dihubungi perusahaan yang saya tunggu_tunggu yang memegang merek CAT menghubungi saya bahwa saya lulus. ƪ(‾••‾“)ʃ tapi apa mau dikata saya telah memilih pekerjaan saya dan telah mulai training sebagai MT Finance n Accounting Head di Indomobil Nissan. Ya sudahlah saya relakan CAT itu walaupun terbayang2 film si Dul anak sekolahan yang bekerja disana sampai disekolahkan lagi keluar negeri (impian naif anak yang menonton sinetron ^o^) daripada saya membayar pinalti. Yah saya teruskan di nissan ini
Program MT FAH ini sesuai seperti yang aku harapkan. Saya dituntut belajar cepat dan bertanggung jawab terhadap kerja dan tugas. Di saat saya telah menguasai saya mempelajari job desc dan pekerjaan yang lain hingga saya menguasai dan berganti dengan pekerjaan lainnya. Dari cabang sini ke cabang sana saya belajar dan beradaptasi. Pekerjaan yang sempurna saya fikir yah walau kadang harus pulang over time untuk menyelesaikan laporan. Tapi saya suka ╭(^▽^)╯
Dan kini saya telah melalui pembelajaran masing_masing staff dan berpindah mempelajari dan mencoba sedikit demi sedikit job desc dari finance n accounting head. (⌣___⌣ =-?) ♓♍♍♍mm ◦°◦ºº ternyata tak semudah yang saya kira tapi saya harus bisa walaupun harus pulang sampai tengah malam dalam menyusun laporan dengan waktu yang sempit. Mengatur cash flow. Mengatur sumber daya. Memastikan semuanya tepat ke account masing-masing. YaaAh itulah saya ACCounTanT Ђе..ђе..ђе..ђе.
Baiklah saya sudahi dulu ajang curhat. Sudah malaaaaaaam ikan booobooooo ~(˘▾˘~) ~(˘▾˘)~ (~˘▾˘)~
To be continued deh. Hehehe lagipula pegel nih jempol neken2 keyboard BB
Night All
(˘⌣˘)ε˘`) mmmmmmmmmmchhhh
Inilah aku sekarang. Kadang merasa bertolak belakang dengan kepribadian tetapi didalam hati inilah yang aku mau. Apa jangan jangan selama ini saya berkepribadian ganda?? Entahlah mari kita klasifikasikan.
Pertama aku sukaaaaaaaaaa BANGETT tampil didepan umum, makanya selama kuliah dulu bukannya job desc nya kuliah tapi MC sambil kuliah. Yah lumayan hobi yang menghasilkan uang :p sampai sampai takut bengong aku ambil kegiatan mahasiswa jadi penyiar radio kampus ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ the opposite is aku sukaaaaaaaa bangeet membaca. Entah itu koran. Majalah. Sampai novel novel karangan John Grisham aku suka semua. Saking sukanya bisa cukup 4 hari novel tebal english versionnya yang the chamber abis aku lahap.
Kedua. Aku suka mengajar dan berpresentasi didepan orang membuat mereka yakin dan mengerti itu keahlianku. Pandai membuat perasaan mereka tercampur aduk dengan aliran cerita. Dan membuat mereka yakin terhadap argumen-argumenku. Tetapi aku juga suka mengkonsep dibelakang layar dan menulis sebuah cerita. Entah puisi. Cerita pendek bahkan argumen_argumenku kadang aku mengirimkannya ke koran dan beruntung sekali mereka menerbitkan tulisanku seperti di suara mahasiswa koran Sindo.
Ketiga. Aku suka sekali pekerjaan yang ada didepan layar. Dulu waktu kuliah aku berfikir mungkin lebih baik aku menjadi journalist atau PR atau apapun yang berhadapan didepan banyak orang sehingga setelah lulus kuliah bukannya aku mendaftar di KAP big four atau paling tidak di perusahaan sebagai accounting staff alih alih aku bekerja di sebuah bank asing milik Australia "commonwealth bank" sebagai front line Customer Service kemudian berpindah lagi ke bank asing lainnya milik Malaysia diposisi yang sama. Dimana aku bisa berhubungan dengan banyak orang. Memberi tahu dan mengarahkan serta menolong mereka I really loves that jobs. Namun aku berfikir ditengah pekerjaanku yang mengasikkan. Hmmmm akan lebih pintar dan akan lebih menjanjikan bila aku meneruskan sesuai bidangku sewaktu kuliah dulu. Karena aku percaya orang yang bekerja dibalik angka dan rumus mempunyai kecerdasan di atas rata2 dibanding orang yang hanya bekerja mengandalkan mulut sifat mempengaruhi. Hehehe peace!! Itu pendapat saya saja ko. Jangan tersinggung. Don't take that's so serious ^o^
Akhirnya saya banting stir dari front line di bank bergengsi menjadi orang dibelakang meja. Tapi ego saya muncul, saya ga mau jadi staff saja. I want more! Saya akui saya mudah bosan pada hal yang monoton. Saya merasa bila saya bisa dan lancar saya ingin diberi beban lebih. Maka saya mengikuti tes lamaran kerja untuk posisi Management Trainee dimana dengan program ini para MT akan dididik dalam waktu yang singkat akan loncat langsung ke posisi yang minimal supervisor. Di bank posisi ini lebih dikenal dengan sebutan ODP atau MDP atau MADP,, semua sama saja.
Saya mengikuti beberapa tes semacam itu. Dan Alhamdulillah diterima semuanya. Saya sampai bingung mau pilih yang mana semua sama dan saya belum tahu juga bagaimana iklim kerja di masing perusahaan-perusahaan tersebut. Akhirnya saya putuskan bergabung di bisnis otomotif. Sebenernya saya masih berharap menunggu pengumuman yang saya kira saya tidak lolos karena begitu lama nya menunggu dan mama saya mendesak saya untuk mengambil pekerjaan yang sudah didepan mata. Yang disayangkan sekali. 4 hari saya training ditempat baru. Saya dihubungi perusahaan yang saya tunggu_tunggu yang memegang merek CAT menghubungi saya bahwa saya lulus. ƪ(‾••‾“)ʃ tapi apa mau dikata saya telah memilih pekerjaan saya dan telah mulai training sebagai MT Finance n Accounting Head di Indomobil Nissan. Ya sudahlah saya relakan CAT itu walaupun terbayang2 film si Dul anak sekolahan yang bekerja disana sampai disekolahkan lagi keluar negeri (impian naif anak yang menonton sinetron ^o^) daripada saya membayar pinalti. Yah saya teruskan di nissan ini
Program MT FAH ini sesuai seperti yang aku harapkan. Saya dituntut belajar cepat dan bertanggung jawab terhadap kerja dan tugas. Di saat saya telah menguasai saya mempelajari job desc dan pekerjaan yang lain hingga saya menguasai dan berganti dengan pekerjaan lainnya. Dari cabang sini ke cabang sana saya belajar dan beradaptasi. Pekerjaan yang sempurna saya fikir yah walau kadang harus pulang over time untuk menyelesaikan laporan. Tapi saya suka ╭(^▽^)╯
Dan kini saya telah melalui pembelajaran masing_masing staff dan berpindah mempelajari dan mencoba sedikit demi sedikit job desc dari finance n accounting head. (⌣___⌣ =-?) ♓♍♍♍mm ◦°◦ºº ternyata tak semudah yang saya kira tapi saya harus bisa walaupun harus pulang sampai tengah malam dalam menyusun laporan dengan waktu yang sempit. Mengatur cash flow. Mengatur sumber daya. Memastikan semuanya tepat ke account masing-masing. YaaAh itulah saya ACCounTanT Ђе..ђе..ђе..ђе.
Baiklah saya sudahi dulu ajang curhat. Sudah malaaaaaaam ikan booobooooo ~(˘▾˘~) ~(˘▾˘)~ (~˘▾˘)~
To be continued deh. Hehehe lagipula pegel nih jempol neken2 keyboard BB
Night All
(˘⌣˘)ε˘`) mmmmmmmmmmchhhh
Senin, 25 Oktober 2010
Jakarta Macet lagi

Hari ini macet dimana-mana, jakartaQu memang udah parrah,,,ga bisa ditutup-tutupin lagi. Udah muak rasanya tinggal di jakartaQu, hmm tapi mau gimana lagi? jadi inget kata-kata bijak "If you don't like something, change it. If you can't change it, change your attitude". Mau gimana lagi gw ga punya kekuatan untuk "merubah" jakarta, akhirnya gw rubah cara gw, berangkat lebih pagi (walau tetangga gw pada bingung ngeliatin gw pagi2 udah bertenger dipinggir jalan nungguin angkot #tumben#),, dan pulang tango ^o^ hehe... tapi tetep aja macet maning macet maning. fiuuhhhhh @,@'
Ditengah kepanasan dan kemacetan selalu muncul dipikran gw yang U-un ini. "Kenapa sih si KOmo selalu lewat tiap hari? Pusing tau, tiap hari macet. jarak yang normalnya 10-15 menit bisa 1 jam (apalagi yang jarak normalnya sejam...bayangin coba??).Ditambah lagi kalau hujan...beuuhh Please donk komo pergi dari jakartaQu, main sana sama ulil, dompu, belu, dan piko,,,,tapi jauh jauh,,,jangan lewat jakarta please?"
Oh iyah maaf yah Komo, bukannya aku tak cinta bukannya aku tak sayang, bukannya aku sekarang udah gede dan ga mau lagi main sama kamu, abis kamu bikin macet c. hehe maaf yah, abis aku ga bisa melakukan apa-apa, yah gini cuman nerima, pasrah sambil sebel sampai nunggu meradang ajah. Masalahnya aku ga ngerti sebenernya pemimpin di kota gw ngerti ga c cara ngindarin kamu berlama-lama setiap harinya mengunjungi kota jakartaQu ini? Setau aku dia lulusan yang berbau-bau tata kota, tapi ko ga diterapin yah? Kalau dibilang ga ada uang, kayaknya ga mungkin banget, ada pinjaman dan banyak banget pemasukan misalnya dari pajak yang dibayarin masyarakat di kota aku ini ke kantongnya dia...eitsss kantong pemerintah kota ini deh, secara sekarang pajak contohnya pajak klo aku makan di resto and cafe,,bayar angkot(retribusi namanya Komo), trus klo ada orang yang membuat perizinan usahanya di kota ini. Yah kayak gtu deh komo contoh-contohnya.
Yah harusnya diadain donk gerakan nyatanya untuk menolong gw dan temen-temen senasib sependeritaan yang berjuang mati-matian menaklukan kota ini demi penghidupan.
Misalnya tindakan nyata kayak lebarin jalan, ngatasin banjir trus perbanyak deh transportasi masal. kayaknya itu semua udah bisa ngatasin macet yang kamu akibatin komo gara kamu lewat kotaku ini.
Tapi banyak banget keanehan komo, tau ga kebijakan yang mereka mau lakukan? masa transportasi masal yang seharusnya diberi subsidi malah mau dikomer-sialin,,apa sialan?..heeee busway mau dinaikin jadi 5000 perak..hhhh ga tau deh apa yang mereka pikirin. Bukannya ngasih solusi eh malah tambah memeras rakyat. Klo nanti itu terjadi komo, gw rasa warga jakartaQu yang ga begitu beruntung pasti lebih milih naik metromini atau kopaja yang harganya 2000 perak, hmm gapapa deh macet2an, asalkan anak istri mereka bisa makan, lumayan kan paling ga bisa save 6000 setiap hari dari pada udah naik busway,,tetep macet, kayak kaleng sarden, eh ngga deh,, klo sarden masih rapi,,apa yah tepatnya?..
Udah gtu tadi kaget deh pas baca detik.com.. eng ing eng,,masa seorang kepala Dishub DKI JakartaQu menyatakan "Saya yakin tanpa menambah bus bisa teratasi. Penumpukan karena semua orang naik bus (TransJ) dalam jam-jam sibuk," jelasnya. hah???ga salah wahai pemimpinQu,,,klo boleh tau bapak kuliah atau sekolah ga dulu?...kok bisa-bisanya statement itu kluar?....atau bapak ga pernah ngeliat langsung yah pa?..ga jam-jam sibuk ajah busway penuh dan susah dapetinnya,,sampe sikut sini sikut sana deh yang penting bisa naik, tapi jam lainnya juga. Cape deh.
Liat kan Komo kekonyolan pemimpin-pemimpin gw?...trus ada lagi nih komo, umm kayak transportasi masal yang lain. Coba ini sedikit diefektifkan yaitu KRL. Gila itu transportasi yang paling enak dan ga ada tuh yang namanya keganggu sama kamu di jalan,,hehe. Langsung nyampe,,apa lagi klo yang ekspress.
tapi, lagi-lagi komo armadanya sedikit banget, dan yah kayak biasa peminatnya banyak banget, walaupun masih sedikit yang tahu kefektifitasan tuh KRL (Seneng,,heee saingan ga begitu banyak). Dulu aku pernah keja di daerah tanah abang,, nikmatnya naik kereta, tapi yah gitu, keretanya cuman ada sejam sekali dah gtu max jam stgh 7 (KRL Bekasi-Tanah abang), 20 menit komo. dan dalam hati lagi cuma bisa berkata "haaahhh seandainya kereta banyak, pasti komo lewat juga ga bakal macet2in jakartaQu.
Komo maaf yah nyalah-nyalhin kamu terus. Komo bisa ga bantu aku nyadarin pemimpin-pemimpinQu atas tugas dan tanggung jawabnya, supaya masalah demi masalah teratasi, dan ga egois klo nentuin kebijakan. Timbulkan empati kepadanya, sadarkan mereka. dan bantu kita semua keluar dari masalah ini dengan hasil yang bijak dan demi kesejahteraan bersama, bukan kelompok apalagi individu. amin,,,komo bantuin doain yah ^-^/
Rabu, 27 Mei 2009
Ratu dan aNdi best wishes
Senin, 04 Mei 2009
gak lagi-lagi deh metro
aduh ampun deh ma abang,,,,abang suPir meTro..
gara-gara dia gw gak perLu lagi ngerengek-rengek ma ayangQu tercinta untuk main ke duFan...Wuidiiih senSasi tadi sOre terngiang-ngiang di kepaLaku membuat geJolak yang membara di perut sampai tenggorokan. Hoekssss
Kalau di DUFAn c enak, waLaupun danGerous tapi safety bO. tapi di metRomini cuma abang supirnya yang mengendalikan takdir Qta...
Kalau di DUFAn c enak, waLaupun danGerous tapi safety bO. tapi di metRomini cuma abang supirnya yang mengendalikan takdir Qta...
Haduh bang, kaLo nyuPir mbok yang sabar bisa gak sih? udah tadi salah milih tempat duduk lagi gw, berhubung 2 bangku di depan-persis sebelah abangnya kosong malah itu bangku tersiyal yang pernah gw pilih untuk diduduki berdua sama c Huda.
giLa nyaris semua orang mau ditabrak abangnya. Mulai dari pejalan kaki, pengendara moTor sampe suPir bajaj pun nyawanya tadi sore itu terancam. termaksud gw ma Huda yang duduk paling dePan yang ketakutan setengah mati meLihat kejadian satu persatu. Sampai2 nuTup mata pake kedua tangan yang gw punya, walaupun tadinya mo minjem tangannya c huda, tapi dia juga make 2 tangannya juga, sama kayak gw T_T fiuuuhhh...
aQu minta tolong donk untuk kepada para penerbit SIM, khususnya kayak SIM buat abang-abang suPir metromini. Tolong diseleksi secara baik dan benar. Kalau nggak, jangan salahkan biLa makin banyak angka kecelakaan yang terjadi di jakarta ini. dan ini salah satu alasan juga kenapa gw gak berani bawa motor ke jalan raya. Jantungan Bo, nyawa dipertaruhkan...
aQu minta tolong donk untuk kepada para penerbit SIM, khususnya kayak SIM buat abang-abang suPir metromini. Tolong diseleksi secara baik dan benar. Kalau nggak, jangan salahkan biLa makin banyak angka kecelakaan yang terjadi di jakarta ini. dan ini salah satu alasan juga kenapa gw gak berani bawa motor ke jalan raya. Jantungan Bo, nyawa dipertaruhkan...
